10 June 2011

KEJAMNYA DUNIA POLITIK

Politics: A Treatise on Government: A Powerful Work by Aristotle (Timeless Classic Books)
Seorang tokoh Nasional mengatakan bahwa perbedaan pejabat masa lalu dan masa kini adalah bila pejabat zaman dahulu masuk penjara setelah keluar dari penjara jadi pejabat. Pejabat masa kini adalah Jadi pejabat dulu  kemudian setelah selesai jadi pejabat  atau belum selesai masa jabatan masuk penjara. Pejabat zaman sekarang didominasi dengan pejabat politik, anggota parlemen atau kepala daerah bila selesai menjabat jadi tersangka  ada juga yang ngumpet di Singapura.

Kata seorang politikus Marzuki Ali dalam VIVAnews mengatakan” Pesan yang disampaikan antara lain soal 'kejamnya' dunia politik. Marzuki menyampaikan, dunia politik itu gelap. Tidak ada yang tahu dimana ujung karir si politisi. Bila di dunia bisnis, saat menjabat kursi manajer masih ada peluang mencapai posisi General Manager, dan Direktur.

"Tapi dunia politik ini naik dan turunnya mendadak. Bisa saja hari ini gagah jadi pejabat, besoknya masuk penjara. Ini poitik. Dunia politik Indonesia masih begini," kata Marzuki yang saat itu berbicara dengan Nazaruddin di ruangannya.

Itulah kalimat yang dicetak miring adalah ungkapan Marzuki Ali yang dimuat VIVAnews. Dunia politik memang kejam penulis setuju, blogger juga setuju tapi dalam hal apa ?. Zaman dahulu seorang politisi atau aktivis bisa masuk ke dalam bui karena aktivitasnya dianggap membahayakan kekuasaan  dengan berbagai tuduhan kadang-kadang tanpa diadili bisa masuk ke bui artinya politikus zaman dulu kejam, dengan teganya memenjarakan lawan politik demi melanggengkan kekuasannya.
Untuk politikus zaman sekarang menggunakan berbagai cara agar partainya tetap terbaik, berbagai cara di gunakan agar dirinya tetap terpilih, bebagai cara digunakan agar modal yang dikeluarkan selama proses pemilu bisa kembali. Bukan mementingkan rakyat banyak tetapi memikirkan dirinya supaya selamat kadang  teman disikut rakyat diinjak.  Biar sekolah untuk anak-anak rakyat kecil pada ambruk yang penting  gedung parlemen bisa dibangun lebih megah dari sekarang.  Berbagai  cara dilakukan supaya modal  yang sudah keluar selama pemilihan kembali lagi, disertai untung yang banyak bila tercium oleh KPK cukup buat bayar akomodasi selama di Singapura.
Tapi sepertinya tidak semua politikus seperti itu, masih ada politikus yang baik buktinya Negara Indonesia yang kita cintai ini masih exist kalau semua politikus kejam dan tidak baik prilakunya pasti negeri ini sudah bangkrut.  Tidak tahu politikus baik itu dapat didikan dari mana entah memang karena hidayah atau pendidikan oleh keluarganya atau hasil pendidikan dari sekolah dulu. Mudah mudahan bagi politikus yang baik masih dilindungi Tuhan, tidak terseret politikus Mafia   dan ikut ikutan melindungi  teman sesama politikus karena setia kawan meskipun  salah. Dan semoga saja tidak tertular menjadi politikus kejam dan terhindar dari fitnah.Amiin.
reff
vivanews.com
 

15 comments:

  1. aq mah g ingin ikut2an dalam dunia politik, saya lebih memilih no coment aja deh, para politikus banyak yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi, sekalipun harus memakan temannya sendiri

    ReplyDelete
  2. makanya dunia politik itu kejam, termasuk ke teman ke rakyat apa lagi ke lawat politik

    ReplyDelete
  3. rakyat kecil seperti saya hanya bisa bingung, banyak orang pinter tapi gaya bicaranya seperti muter muter ( tidak tau pangkal dan tujuannya )
    banyak orang berpendidikan tapi gaya bicaranya seperti dagelan..
    ah..... mungkin ini hiburan infotainment :)

    ReplyDelete
  4. tapi sejak saya sering nonton berita saya berkesimpulan begini pak kalau itu adalah tradisi

    apa bisa ini di katakan budaya pak.. kalau memang dari atasnya begitu maka sampai yang akan datang juga...

    atau sebaliknya... contoh : mana yang lebih dulu mahasiswa tauran di kampus sendiri atau pejabat tauran di sidang sendiri...

    mana yang lebih dulu senior di ospek atau junior di ospek...

    kalau di pikir lagi hal hal kecil yang tidak berkaitan di atas berhubungan dengan kejamnya dunia politik yang seperti sudah "musim".... (maaf kalau saya rada ngaur pak,, tapi salam kenal pak :D)

    saya bukan pengamat politik makanya ngomong rada ga nyambung pak hahaha sekali lagi maaf dan salam kenal pak

    ReplyDelete
  5. @kang surya memang ada orang yang kerjanya ngomong terus mungkin takdirnya jadi tukang ngomong termasuk dagelan politik jadi hiburan dan tontonan
    @creativ kalau budaya yang baik seharusnya regenerasi tapi budaya yang tidak baik jangan di tiru

    ReplyDelete
  6. dunia politik emang begitu yg kita hadapi bersama,,yg salah sistem apa orangnya?? yg harus dilakukan parpol menjaring kadernya harus benar2 yg pas,asal jgn ada uang bisa jadi pengurus parpol,,,makanya klw dah jadi anggota dprd uang rakyat di curi u bisa kembali modal..korupsi bukan parpol tapi oknumnya sama aja seperti di lembaga lain.

    ReplyDelete
  7. @setuju kang usep, karena semua parpol tidak ada yang menganjurkan korupsi, jadi yang salah oknum-oknum nya, selain perekrutan juga pembinaan supaya mereka lebih mementingkan kepentingan rakyat dari pada pribadi...tapi kalau alasan kembali modal sih jd kaya bisnis

    ReplyDelete
  8. Istilahnya abu abu gan
    ane juga kagak paham, kasus belakangan ini mana yang hitam, mana yang kelam atau mana yang abu-abu

    Indonesia benar benar masih harus banyak berproses

    ReplyDelete
  9. @ramlan ane setuju proses masih panjang mudah-mudahan proses menuju ke yang lebih baik

    ReplyDelete
  10. mungkin diperlukan adanya pendidikan politik yang sehat, karena politik itu sendiri kan seni hanya saja disalah gunakan oleh oknum2 tertentu yang membuat kesan politik itu jadi kotor. sehingga hanya orang2 kotor yang masuk dan yang merasa bersih takut untuk terjun ke dunia politik.

    ReplyDelete
  11. @fiscus pendidikan politik yang terdepan harus dilakukan oleh partai politik dan pemerintah

    ReplyDelete
  12. UU nya diganti yang lbh keras pasti mikir 100x tuk berjahat ria thdp rakyat, ya gak...

    ReplyDelete
  13. @anonnym,setuju termasuk penegak hukumnya harus tegas

    ReplyDelete
  14. sedikit betul memang.. tapi ada kalanya salah, kalau kita bisa memposisikan diri kita pada trmpatnya. Berpolitik bisa menjadi sangat berguna untuk kita sendiri dalam membangun karakter dan kepribadian kita ke depan..

    banyak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam eranya..

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com