22 July 2011

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER

Following the Rules: Learning about Respect (Character Education Readers)
Karakter menurut Wikipedia.org adalah pesona identitas seorang tokoh dalam karya fiksi. karakter yang dimaksud dalam pendidikan adalah karakter bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karakter bangsa yang diharapkan sesuai dengan deklarasi dalam situs Kemendiknas tentang pendidikan karakter yaitu www.pendidikankarakter.org yaitu. Beriman dan Bertakwa; Jujur dan Bersih; Santun dan Cerdas; Bertanggung Jawab dan Kerja Keras; Disiplin dan Kreatif; Peduli dan Suka Menolong.
Itulah karakter bangsa Indonesia yang diharapkan secara psikologis karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian yakni olah hati, olah pikir. olah raga, olah rasa dan karsa.
Olah hati`berkenaan dengan perasaan sikap dan keyakinan/keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif dan inovatif. Olah raga berkenaan dengan proses persepsi , persiapan peniruan manipulasi, dan penciptaan aktivitas baru disertai sportifitas. Olah rasa dan karsa berkenaan dengan kemauan dan kreativitas yang tercermin dalam kepedulian, pencitraan dan penciptaan.

Sebetulnya apa yang diharapkan dengan adanya pendidikan karakter(character education) tersebut sesuai dengan Teori taksonomi Bloom  dimana pendidikan memiliki tiga domaian yaitu kognitif, afektif dan Psikomotor atau menurut bapa Pendidikan Indonesia  Ki Hajar Dewantara menggunakan istilah lain dengan tiga domain yang maksudnya sama yaitu cipta, rasa dan karsa.

Dalam pendidikan karakter maksudnya agar karakter bangsa seperti yang sudah disebutkan diatas harus terintegrasi pada setiap mata pelajaran, dalam paradigma lama bahwa pendidikan mengutamakan kognitif atau cipta yaitu pengetahuan atau olah pikir maka pada paradigma baru bahwa afektif (rasa) atau sikap bisa juga disebut karakter harus lebih diutamakan karena melihat keadaan bangsa kita ini yang selalu terpuruk dalam berbagai bidang dan berbagai segi mulai dari politik ekonomi hukum pendidikan termasuk moral. Semua itu merupakan kesalahan di masa lalu entah siapa yang salah yang jelas salah dalam cara mendidik bangsa. Di mana pada massa lalu kita mendidik anak-nak yang sekarang sudah jadi birokrat, ekonom, ahli hukum politikus. karena mengutamakan pengetahuan tapi karakter tidak bagus maka akhirnya bisa kita saksikan bersama banyak kebohongan ketidak jujuran korupsi, sepertinya tidak ada hentinya.

Maka dengan adanya pendidikan karakter diharapkan rencana masa depan Indonesia akan lebih baik karena yang namanya pendidikan adalah investasi bangsa dalam jangka panjang.  Bersambung ke menanamkan karakter melalui contoh.

referensi

17 comments:

  1. nice info pak ... artikelnya sungguh memberi motifasi buat saya ....
    di tunggu srtikel motivasi selanjutnya :)

    ReplyDelete
  2. @bhotol ok kita sharing saja ya?

    ReplyDelete
  3. pendidikan karak akan lebih bagus kalau ditanamkan sedari kecil, karena nakkan ibarat kaset yang masih baru jadi daya rekanya juga bagus, tergantung isi yang di rekamanannya, kalau bagus hasilnya tentu juga bagus, begitu juga sebaliknya

    ReplyDelete
  4. Pendidikan karakter ada 18 muatan karakter
    dalam peaksanaan memerlukan :
    1. pembiasaan
    2. contoh perilaku orang2 yang patut di contoh
    3. kontrol
    4. tidak terjebak pada nilai karena endingnya adalah perubahan karakter., bukan seperti nilai PPKn atau P4

    ReplyDelete
  5. @rizky,saya sependapat makanya pendidikan karakter yang pertama adalah di keluarga atau oleh kedua orang tua
    @Nyach terima kasih atas masukkannya, dan yang kita harafkan bukan hanya pelajaran nilai-nilai saja seperti p4 makanya p4 di hapuskan

    ReplyDelete
  6. pendidikan karakter sangat perlu sejak dini biar negeri kita nggak semakin morat-marit seperti sekarang

    oh iya kontes seo nya tinggal 4 hari pak telat kayaknya, dan makasih sudah follow blog smp 3 lembang saya follow balik

    ReplyDelete
  7. Salam Persahabatan
    berkunjung salam kenal n sekalian izin follow ya
    terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
  8. @smp3 lembang, oy udah terlambat x ya, ..terima kasih
    @trik komputer salam kenal kembali
    @imtikhan terima kasih atas follownya

    ReplyDelete
  9. sering guru terjebak pada nilai kognitif dalam mengawal karakter siswa

    ReplyDelete
  10. @nyah memang kebanyakan guru hanya mengutamakan kognitif tapi mulai sekarang harus mulai ke afektifnya

    ReplyDelete
  11. artikel yang bagus pak.. terus berkarya..

    Oh.ya saya sudah follow blog ini .. nomer 7.

    follow balik ditunggu..

    ReplyDelete
  12. artikel yang bagus pak.. terus berkarya..

    Oh.ya saya sudah follow blog ini .. nomer 7.

    follow balik ditunggu..

    ReplyDelete
  13. @aditya tri hutamaok terima kasih dengan senang hati saya followbalik

    ReplyDelete
  14. saya mah kurang setuju,dengan istilah karakter..mengapa kita itu sepertinya kurang PD memakai istilah sendiri,yaah seperti dengan memakai istilah WATAK,bukan dengan kata KARAKTER ataw dengan kata AKHLAK.

    ReplyDelete
  15. terima kasih, pak infonya. sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  16. @Anonymoussama-sama terima kasih juga sudah mampir

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com