28 August 2011

Mengapa Bila Kapal Kelebihan Penumpang Bisa Tenggelam?

ilustrasi kapal tenggelam(vivanews.com)
Ada beberapa kejadian kecelakaan yang meminta korban jiwa dari tenggelamnya  kapal misalnya  , KM Sinar Pagi di perairan Manokwari pada 5 Juli 2011 yang mengangkut anggota BIN, KMP Marta Asih kamis 9 juni 2011 di perairan Tanjung Dewa.,.  KMP Windu Karsa  di perairan Bajoe-Kolaka pada 27 agustus 2011, yang mengangkut para pemudik dari semua kejadian tersebut selalu ada praduga akibat kelebihan penumpang

Mengapa penyebab kelebihan penumpang ini selalu terjadi dan berulang dengan tiada akhir seolah-olah nyawa manusia tidak ada artinya. Lalu apa fungsi dari Administratur pelabuhan?apakah sudah maksimal? Atau pura-pura tidak tahu ada kapal kelebihan penumpang, Undang undang pelayaran sudah di buat sedemikian rupa dengan tujuan untuk meminimalisir kecelakaan dan korban jiwa  atau sera umum tujuan  dibuat untuk melindungi penumpang. Tapi sepertinya Undang-undang dan peraturan hanya tulisan yang hanya bisa di baca,  orangnya tidak mau mentaati peraturan tersebut.
Undang undang tidak akan pernah protes dengan Kapal kelebihan penumpang dan undang-undang tidak akan jadi korban yang korban tetap manusia yang mayoritas rakyat kecil yang tidak mampu membeli tiket  pesawat. Ancaman sanksi yang berat terhadap pihak-pihak yang bersangkutan mulai mulai sanksi administratif sampai pidana hanyalah merupakan wacana saja seolah dianggap angin lalu keselamatan nyawa penumpang tidak utama. “utamakan keselamatan” hanyalah semboyan belaka. Sepertinya di negara kita ini peraturan dibuat untuk dilanggar bukan di laksanakan.
Mengapa bila kapal  kelebihan penumpang bisa tenggelam?

Secara ilmiah menurut Hukum Archimedes “jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu  zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut".

Untuk kasus ini zat cair adalah air laut benda yang dicelupkannya adalah badan kapal, badan kapal akan tenggelam sebagian kedalam air. Berat Air laut yang didorong oleh volume kapal tersebut besarnya akan sama dengan  gaya angkat yang diberikan oleh air laut terhadap kapal. Semakin banyak penumpang kapal maka badan kapal yang tercelup ke air akan semakin dalam. Jadi jarak permukaan air laut terhadap bibir kapal semakin dekat.

Bila kapal dalam keadaan diam di pelabuhan dekatnya gladak kapal dengan permukaan air tidak masalah. Tapi yang jadi masalah kapal dalam keadaan berlayar banyak faktor gaya eksternal (gaya luar selain gaya berat kapal beserta penumpang), yang berpengaruh pada kapal tersebut, misalnya gaya gesek dengan air(viscositas), gaya dorong mesin, gaya dorong angin, termasuk dorongan dari gelombang dan arus laut. Jadi perlu jarak yang lebih jauh untuk supaya kapal bisa mempertahankan posisi tetap terapung.

Semoga kedepannnya menjadi pelajaran berharga bagi para penyelenggara perhubungan bukan hanya perhubungan laut termasuk juga perhubungan darat dan udara. Karena kecelakaan yang memakan korban jiwa banyak terjadi juga untuk pesawat terbang, bis serta kereta api.

Reff

baca Pula posting berikut

posting tentang Ramadan  dan mudik


2 comments:

  1. salam sobat,
    pada dasarnya semua ada kapasitas maksimumnya...apapun bila tidak disesuaikan dengan kapasitanya akan "tumpah" :)

    ReplyDelete
  2. @yohanes setuju banget kalau melebihi kapasitas maksimum bagi kapal akan berbahaya

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com