23 December 2011

Alasan Orang Tua Harus Ambil Raport

Pada akhir tahun  yang sekaligus akhir semester ganjil untuk setiap tahun pelajaran identik dengan  waktunya pembagian raport maksudnya Buku laporan hasil belajar (BLHB) yang sering disebut raport. Dalam pengambilan raport ini tiap sekolah menerapkan kebijakan yang berbeda dalam hal pengambilan yaitu ada yang diambil oleh orang tua atau tidak. Untuk Sekolah Dasar(SD), sedangkan SMP, dan SMA atau sederajat ada yang diambil orang tua atau langsung oleh siswa. Tentu ada berbagai alasan orang tua harus ambil raport anaknya.

Untuk orang tua yang diundang dalam pembagian raport menurut pengalaman ternyata tidak semua bisa hadir karena berbagai kesibukan dalam kegiatan keseharian, dengan berbagai alasan orang tua harus ambil raport ternyata tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Hal tersebut terjadi untuk orang tua peserta didik atau orang tua siswa SMP dan SMA atau sederajat, untuk orang tua yang putra-putrinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar(SD) rata-rata mereka semua hadir memenuhi undangan yang mayoritas adalah ibu-ibu, bapa-bapanya hanya sedikit saja.

Inilah alasan Orang Tua harus ambil raport putra putrinya
  1. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua di rumah sedangkan guru disekolah sebagai tempat pendidikan formal. Antar orang tua dan guru perlu adanya kerja sama serta perlu komunikasi satu sama lain. Kerja sama yang dimaksud adalah baik dalam hal pendidikan mulai karakter(ahklak) sampai kepada pembiayaan karena walaupun sebagian besar sekolah mulai SMP ke bawah gratis orang tua masih harus mengeluarkan biaya misalnya untuk ongkos atau alat tulis serta perlengkapan sekolah putra-putri kesayangannya.
  2. Silaturahmi(silaturahim) antara orang tua dan guru dalam rangka mempererat kerja sama harus ada silaturahim antara kedua belah pihak demi keberhasilan pendidikan putra putrinya. Dalam pertemuan tersebut minimal satu semester sekali bertemu guru sering kali orang tua dapat masukan dari guru atau sebaliknya guru dapat masukan dari orang tua mengingat makin susahnya mendidik siswa di era teknologi yang serba online dengan berbagai kenakalan. Karena orang tua murid banyak yang lebih pintar ilmunya dari pada guru.
  3. Membicarakan perkembangan belajar anak didik mengenai minat serta kemampuan sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua  untuk langkah selanjutnya termasuk jenjang sekolah yang akan dimasuki putara putrinya lebih lanjut.
  4. Mencari jalan pemecahan secara bersama bagi anak didik yang bermasalah misalnya kehadiran, untuk siswa yang sering membolos atau dari rumah berangkat ternyata ke sekolah tidak sampai, misalnya sampai nya di tempat game online atau mall.
  5. Siswa tidak percaya diri, sering kali dengan nilai yang kurang bagus siswa tidak mau di ketahui oleh orang tua sehingga bila raport tidak diambil oleh orang tua maka buku raport oleh siswa diumpetin saja.
  6. Ada sebagian siswa yang telat membayar kewajiban administrasi, berlaku untuk peserta didik SMA, SMK dan MA, atau SD SMP tertentu yang masih memungut bayaran dari orang tua misalnya SBI dalam hal ini bila dari orang tua nya belum ya..tidak jadi masalah. Yang jadi masalah bila dari orang tua sudah memberi ternyata ke sekolah belum dibayarkan. 

Bila putra putri ibu bapa selam proses pendidikan tidak ada masalah yang berarti, misalnya kehadiran atau masalah kenakalan remaja maka guru biasanya akan memberikan raport langsung kepada peserta didik walau orang tua tidak bisa hadir. Tapi kalau putra-putri ibu bapa ada sedikit masalah maka yang mengambil raport harus mesti orang tua misalnya bila peserta didik pernah tidak masuk tanpa keterangan, atau keluar dari lingkungan sekolah tanpa izin, atau karena nilai-nilai raport yang di bawah standar ketuntasan minimum. Dan apa bila anda tidak bisa ambil raport pada waktunya maka yang harus anda lakukan anda mesti buat janji kapan waktunya anda bisa bertemu dengan guru putra putri anda. Mengapa blogger berbicara demikian ? jawabannya. Karena selain blogger sebagai guru juga sebagai orang tua.

Bagai mana dengan putra-putri anda atau di antara pembaca termasuk peserta didik yang bermasalah silakan kita diskusikan di kolom komentar.

16 comments:

  1. hmmm ... baru saja tadi saya kesekolah adik saya untuk ambil raport, tapi ternyata tidak dikasih, alasannya karena belum bayar buku paket, hmmm .. terus terang selama ngajar diunit yatim yg memang free dari segala hal, saya kaget akan kondisi ini ;)

    ReplyDelete
  2. saya baru ngambil raport buat adik saya di PAUD :D

    ReplyDelete
  3. @Stupid monkeymakanya tadi sudah dibahas diatas gratis bukan berarti orang tua tidak harus mengeluarkan uang, ya kecuali anti asuhan yatim karena ada donatur

    ReplyDelete
  4. @Honeylizious Rohani Syawaliah kayaknya nilai raportnya bagus, tapi kalau PAUD raport nya kualitatif

    ReplyDelete
  5. Dulu ada teman saya yang gak bisa ambil rapotnya karena ada tunggakan & orang tuanya juga tidak bisa hadir. Ternyata sebenarnya orang tua dia menghindari ditagih tunggakan, makanya alasan tidak hadir

    ReplyDelete
  6. udah lama banget gak ambil rapot, mas :)

    ReplyDelete
  7. @Siswantoputra putrinya udah pada gede ya?

    ReplyDelete
  8. Saya baru tau soal ini, dulunya menganggap bahwa itu cuma 'tradisi' mempertemukan orang tua dan pengajar :)

    ReplyDelete
  9. @Kaget tradisi juga tapi ada tujuan serta mengambil manfaat dari pertemuan tersebut

    ReplyDelete
  10. Memang sih tiap sekolah mempunyai kebijakan sendiri, tapi minimal memperlihatkan saja isi raport tersebut mungkin akan membuat saya berpikir pihak sekolah memang bijak, tp bila langsung di sambut dengan kata "maaf raport tidak dapat diambil karena administrasi keuangan belum selesai". lantas membuang muka, itu yg membuat saya merasa tersinggung. perihal belum membayar buku memang saya blm punya uang untuk membayarnya, maklum saja saya pengangguran.

    maaf ya kalo saya curhat, hehehe ;)

    ReplyDelete
  11. @Stupid monkey sebetulnya mulai tahun 2009 ada peraturan pemerintah yang melarang sekolah menjual buku, apa pun alasannya termasuk badan usaha yang ada di sekolah misalnya koperasi kalau masih ada itu sekolah/guru termasuk bandel

    ReplyDelete
  12. sebagai wujud perhatian memang harus seperti itu seharusnya,jd anak smakin smangat bljr

    ReplyDelete
  13. @Kartanom, jadi kerja sama antara orang tua serta guru untuk memotivasi belajar

    ReplyDelete
  14. Raport semalam Ambil sendiri Coz sekolah gak buat kebijakan seperti itu, Tapi tetap aja yang belum beres administrasi sekolahnya gak dikasi Raport-nya.

    ReplyDelete
  15. @Spaniard 26 coba kalau diambil orang tua kayaknya tuh dikasih dengan alasan yang wajar

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com