12 January 2012

Elaborasi Paradigma Baru Dalam Belajar


peserta didik
Belajar menurut ahli pendidikan adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dikondisikan terhadap peserta didik dengan tujuan adanya perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang diharapkan dan dapat diukur adalah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu.  Perubahan tingkah laku yang tadinya tidak tahu menjadi tahu  adalah merupakan salah satu aspek dalam belajar yang dinamakan keterampilan kognitif, menurut taksonomi Bloom yang sudah dibahas pada posting tanggung jawab pendidikan, aspek ini memiliki beberapa tingkatan.
Dalam pembelajaran selain teori kognitifisme ada juga teori behaviorisme dimana dalam pembelajaran saat ini harus sudah mulai ditinggalkan karena menurut para ahli sudah tidak sesuai dengan paradigma baru dalam belajar. Paradigma baru dalam belajar sekarang menggunakan Elaborasi yang merupakan bagian dari kognitifisme. Maka blogger memberanikan diri membuat postingan ini berdasarkan hasil diklat serta studi pustaka baik ofline maupun online dengan judul elaborasi paradigma baru dalam belajar.

Elaborasi paradigma baru dalam belajar lebih menuntut kepada keaktifan peserta didik atau pembelajar sebagai peran utama dalam belajar. Di sini coba blogger bahas pengertian dari faham yang melandasi teori belajar dalam posting ini di mulai dari behaviorisme, kognitifisme dan elaborasi.

Behaviorisme 
Behaviorisme sebagai salah satu paradigma dalam pembelajaran dengan tokohnya adalah Ivan Paplov mengatakan bahwa belajar berdasarkan kepada stimulus-respon. Menurut teori ini seluruh perilaku manusia termasuk peserta didik dalam pembelajaran adalah akibat dari rangsangan. Guru menurut teori ini harus berperan aktif memberikan motivasi serta rangsangan yang ditujukan supaya peserta didik memberikan respons misalnya meningkatkan perhatian terhadap apa yang harus dipelajarinya. Sehingga tujuan belajar yaitu adanya perubahan tingkah laku dapat tercapai. 

Salah satu stimulus yang diberikan oleh guru adalah Nilai yang mengukur kognitif siswa berdasarkan hasil dari ujian atau ulangan yang diberikan guru sebagai hasil evaluasi. Di sini blogger tidak membahas pada proses dalam pembelajaran. Tapi hasil belajar yang dicantumkan berupa angka merupakan stimulus meskipun nilai bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan belajar. Baik peserta didik atau orang tua sendiri masih melihat bahwa nilai atau angka yang tercantum dalam buku raport itu adalah hasil belajar siswa Bila nilai atau angka tinggi maka putra-putrinya dinilai baik atau sebaliknya. Walau pada raport sekarang yang dicantumkan tidak hanya kognitif tapi aspek afektif juga ada penilaian namun untuk afektif karena penilaiannya kualitatif maka kurang mendapat perhatian.

Tidak semua ahli atau pakar pendidikan berpendapat dengan teori behaviorisme hanya berlaku pada hewan. Fakta menunjukkan manusia tidak sesederhana itu tergantung kepada stimulus atau rangsangan.. Manusia tidak hanya sebatas merespons stimulus tapi dengan akal pikirannya manusia bisa melakukan aktivitas tanpa stimulus sekalipun. Dengan kompleknya permasalahan sehingga tidak hanya pengetahuan yang ditanamkan dalam belajar termasuk karakter bangsa yang diharapkan kalau disekolah sebagaimana sudah dibahas dalam posting terdahulu perlu adanya contoh nyata dari orang yang lebih dewasa.

Menurut pengalaman keseharian blogger belajar bagi peserta didik di era teknologi internet saat ini yang serba online dengan berbagai fasilitas sosial media seperti facbook, twitter dan sebagainya banyak aspek positif dan negatifnya. Positifnya peserta didik bisa  dengan mudah mencari informasi tambahan di luar belajar yang dikondisikan oleh guru. Negatifnya bagi mereka yang memiliki motivasi serta semangat belajar kurang sosial media menjadi hambatan atau gangguan misalnya anak didik lebih baik online di facbook atau twitter dari pada mengerjakan tugas dan lebih banyak lagi yang tidak mungkin dijelaskan di sini satu persatu.

Kognitifisme
Walaupun pemikiran manusia sangat komplek dengan berbagai masalahnya tingkat pencapaian hasil belajar siswa dapat diukur dari hasil belajarnya yang dituangkan dalam angka-angka atau Nilai hasil dari evaluasi, angka-angka tersebut mengukur aspek kognitif hasil belajar. Penganut kognitifisme mengibaratkan pikiran manusia seperti komputer; mendapat in-put informasi, memproses informasi, dan menghasilkan out-comes tertentu. Alur sistem ini selanjutnya dijadikan landasan dalam meningkatkan mutu belajar.
Para ahli pendidikan dari penganut kognitifisme berpendapat bahwa otak manusia harus dibuka untuk diisi oleh pemahaman ilmu pengetahuan,  Para pembelajar diumpamakan sebagai prosesor yang  memproses informasi, hasilnya disimpan dalam penyimpanan data dengan perangkat kerasnya adalah otak manusia. Oleh karena itu diperlukan adanya kata kunci dalam memahami proses berpikir berupa : skema, pengolahan informasi, manipulasi simbol, pemetaan informasi, penafsiran informasi, dan mental model.

Elaborasi
Studi kognitifisme memiliki beberapa cabang diantaranya, atribusi, asimilasi, elaborasi, mental model dan pengembangan kognitif. Teori elaborasi adalah teori mengenai desain pembelajaran dengan dasar argumen bahwa pelajaran harus diorganisasikan dari materi yang sederhana menuju pada harapan yang kompleks dengan mengembangkan pemahaman pada konteks yang lebih bermakna sehingga berkembang menjadi ide-ide yang terintegrasi. Pengertian ini dirumuskan Charles Reigeluth dari Indiana University dan koleganya pada tahun 1970-an. Konsep ini memiliki tiga kata kunci yang fokus pada urutan elaborasi konsep, elaborasi teori, dan penyederhanaan kondisi

Menurut teori ini pembelajaran dimulai dari proses yang sederhana dan mudah, bagaimana mengajarkan konsep secara menyeluruh dan mendalam serta menerapkan prinsip agar menjadi lebih detail maka sejumlah konsep dan pendekatan belajar harus dibagi dalam sejumlah episode belajar layaknya sebuah cerita atau sinetron dalam hal ini guru dimisalkan sebagai   sutradara  yang mengatur jalannya pembelajaran sesuai dengan skenario yaitu Rencana program pembelajaran. Selanjutnya siswa sebagai aktor memilih konsep, prinsip, atau versi pekerjaan yang di-elaborasi atau dipelajari.

Pendekatan elaborasi berkembang sejalan dengan perubahan paradigma belajar yang asalnya berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, sebagai kebutuhan baru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran. 

Maka dalam tiap pelatihan atau diklat baik materi pembelajaran maupun administrasi pembelajaran harus disertakan pendekatan elaborasi. Ini memperlihatkan bahwa belajar sekarang bukan berpusat kepada guru tapi kepada siswa. Motivasi untuk belajar yang paling utama adalah motivasi dari dalam diri peserta didik. Sedangkan motivasi dari guru hanyalah sebagai motivasi tambahan.
Baik  atau buruk dari Nilai kognitif pada raport yang ditulis oleh wali kelas  sebagian besar akibat dari usaha-usaha internal  sedangkan usaha dari guru sebagai eksternal adalah hanya sebagian kecil saja. Jadi  hasil yang di dapat sesuai dengan usaha siswa sendiri. Kalau kalian sebagai siswa belajarnya rajin serta sungguh-sungguh sesuai dengan karakter bangsa yang diharapkan  insya Allah hasilnya akan bagus sesuai dengan harapan
Referensi:
  • U.S.Winataputra Prof. Dr. Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit UT Jakarta
  • Modul IHT SMKN4 Garut 2011/2012
  • http://www.learning-theories.com
  • http://info.waldenu.edu/
  • http://www.Gurupembaharu.com/

18 Responses to “Elaborasi Paradigma Baru Dalam Belajar”

Honeylizious Rohani Syawaliah said...
Friday, January 13, 2012

saya dulu pernah jadi guru, tapi karena tidak menikmati proses belajar mengajar akhirnya berhenti. :)


tommytoxcum said...
Friday, January 13, 2012

Wah akan lebih kreatif para pelajar sekarang dengan adanya elaborasi..

Join Fan Pages VIVAlog
Best Regards, Tommy


I2-Harmony said...
Friday, January 13, 2012

Sudah banyak praktisi pendidikan, tapi kenapa kurikulum kita cuma berubah begini2 saja ya? Kapan ya ada revolusi pendidikan?


ASAZ said...
Friday, January 13, 2012

@Honeylizious Rohani Syawaliah, jadi mba mantan guru yg jd blogger ya ga apa skr jd guru untuk anak sendiri ya...hehehe
@tommytoxcum ,Ya betul kreatif itu harus dikondisikan serta diarahkan
@I2-Harmony,sepertinya revolusi tidak ada yang ada menurut Mantan Presiden Bj Habibi adalah Evolusi


Stupid monkey said...
Friday, January 13, 2012

Mungkin pendekatan Elaborasi ini ya yg harus benar-benar dilakukan, kemungkinan terpenuhinya kebutuhan siswa dapat diketahui.

Memotivasi siswa agar termotivasi menjadi tantangannya, betul gak om ??


ASAZ said...
Friday, January 13, 2012

@Stupid monkey betul guru sebagai motivator dan fasilitator


Stupid monkey said...
Friday, January 13, 2012

setuju gak, kalo pemerintah memberikan pendidikan lanjutan kepada para guru (baik negri,swasta, kontra) agar dapat melanjutkan pendidikan tapi gratis ???


ASAZ said...
Friday, January 13, 2012

@Stupid monkey, setuju sebenarnya sudah ada program beasiswa tapi belu semuanya


aditya_trihutama said...
Saturday, January 14, 2012

datang berkunjung kang Azaz.. artikelnya sangat inspiratif dan baru untuk dunia pendidikan.. semoga banyak guru dan pendidik yang bisa mengambil teknik elaborasi dalam pembelajrannya...

sukses selalu


asaz said...
Saturday, January 14, 2012

@aditya_trihutama,mudah-mudahan itu menjadi doa dan harapan


Stupid monkey said...
Saturday, January 14, 2012

@ASAZ : wah saya lagi nyari2 tuh program, baru ada sedikit pencerahann dari YBM BRI sama BAZIS, tp belom kau kejelasannya, ada info tambahan ???

kalau untuk tingkat SMU saya sering anterin anak2 ke BAZIS dan mereka selalu memberikan bea siswa tiap tahun,


ASAZ said...
Saturday, January 14, 2012

@Stupid monkey, kalau ada mau aku tuh, terima kasih atas info nya kawan


Stupid monkey said...
Saturday, January 14, 2012

@ASAZ : 5 orang anak yatim kami, selalu mendapatkan bea siswa tersebut setiap tahunnya,(sudah 2 tahun berturut) coba deh hubungin kantor BAZIS di kota anda, kalau di jakarta barat biasanya di walikota Jakbar, tapi baru untuk tingkat SMU.

biasanya akan ada seleksi untuk mendapatkannya yaitu wawancara segala disiplin ilmu, kami latihan untuk itu dan selalu berhasil,

Untuk YBM BRI silahkan langsung kesitusnya saja, kami mendapatkan bantuan pendidikan hingga 200 jt untuk pembangunan gedung.
http://www.stupidmonkey.co.cc/2011/10/bantuan-pendidikan-bank-rakyat.html


asaz said...
Saturday, January 14, 2012

@Stupid monkey terima kasih atas infonya walau saya bukan mengajar di yayasan yatim yaitu Di sekolah milik Pemerintah tapi kadang suka ada aja anak yatim yang masuk walau jumlahnya tidak banyak


rusydi hikmawan said...
Saturday, January 14, 2012

tapi hingga kini masih saja berlaku guru sebagai pusat belajar. padahal seminar udah, pelatihan lesson study udah, eh guru2 masih ngeyel. salam kenal dari guru SD


asaz said...
Sunday, January 15, 2012

@rusydi hikmawan, pak semua itu kan yang di seminarkan termasuk lesson study adalah kondisi ideal kenyataan di lapangan selalu saja ada hambatan, baik dari lingkungan yang tidak mendukung maupun guru sendiri


Anonymous said...
Wednesday, January 25, 2012

Hmm... Mantap! Ditunggu contoh RPPnya


asaz said...
Thursday, January 26, 2012

@Anonymous, ok ntar kalau sudah selesai pengetikan akansaya share


Post a Comment

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com