15 June 2012

Mengenang Peristiwa Isra Miraj


perjalanan isra miraj
Setiap bulan Syaban yaitu bulan ke-tujuh untuk perhitungan kalender Hijriah atau masyarakat kita biasa menamakannya bulan Rajab yang kali ini adalah 27 Rajab tahun 433 Hijriah bertepatan dengan tanggal 17 Juni 2012. Pada tanggal tersebut adalah merupakan peristiwa bersejarah yaitu peristiwa isra mi’raj Nabi Muhammad s.a.w berbagai kegiatan dilakukan untuk mengenang peristiwa Isra Miraj tersebut  misalnya dengan tablig akbar, yang diadakan di majelis taklim atau masjid-masjid termasuk lembaga pendidikan baik pesantren atau sekolah.


Di lembaga-lembaga pendidikan untuk mengenang peristiwa isra miraj diadakan berbagai kegiatan misalnya lomba baca tulis Al-quran, lomba nasyid kaligrafi dan berbagai jenis kegiatan lain  yang bersifat mendidik. Dalam acara peringatan ini tidak semua serempak tanggal 27 Rajab waktunya boleh kapan saja karena peringatan isra miraj ini bukan merupakan ibadah hanyalah merupakan adat atau budaya saja. Berbeda halnya dengan pelaksanaan sholat idul fitri  pada saat hari raya atau lebaran yang harus dilakukan serempak pada waktu yang bersamaan walau kadang-kadang berbeda juga dalam pelaksanaanya.  

Tapi Hal yang paling mendasar dalam peringatan tersebut adalah harus bisa mengambil makna yang terkandung dalam peristiwa isra miraj tersebut.  Dalam yang surat Al Israa (merperjalankan di malam Hari) “maha suci Allah yang telah memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Agsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat”.(QS  Al Isra:1 ) Dari peristiwa isra miraj tersebut Rosullulah saw mendapat tugas yang harus dilaksanakan oleh Rasulullah beserta umat-umatnya sampai akhir zaman yaitu sebuah bentuk  ibadah wajib  yang merupakan rukun Islam yang ke-2 setelah syahadat yaitu salat fardu sebanyak 5 waktu setiap harinya. Di samping rukun Islam lainnya yaitu zakat, puasa dan Naik Haji ke tanah suci  Mekkah bagi yang mampu. Mampu dalam arti bukan hanya hal  pembiayaan  sekarang sebagian calon jemaah haji banyak menggunakan produk perbankan yang dinamakan dengan tabungan haji  tapi juga termasuk kesehatan baik fisika maupun psikis.

Jadi dari peringatan mengenang peristiwa isra Miraj yang utama adalah adanya perubahan perilaku serta peningkatan keimanan disertai dengan peningkatan kuantitas serta kualitas ibadah kita pada umumnya serta ibadah sholat fardu pada khususnya. Peningkatan keimanan karena dalam ayat tersebut di atas disebutkan bahwa peristiwa tersebut adalah Nabi muhammad bukan melakukan perjalanan tapi Allah swt yang menjalankan Beliau. Dan hal tersebut sebagai tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Peningkatan kuantitas dan kualitas ibadah shalat misalnya contoh sederhana adalah yang tadinya kita tidak mau solat sunah kobla dan bada maka dengan peringatan isra miraj ini mudah-mudahan bisa melakukan sholat sunat kobla dan bada atau untuk kualitas ibadah adalah tingkat kehusyuan dalam solat kita harus lebih ditingkatkan.

Bagaimana dengan sobat-sobat sekalian?  

15 Responses to “Mengenang Peristiwa Isra Miraj”

diniehz said...
Saturday, June 16, 2012

Aamiin ya rabb..

Insya Allah pak, jadi motivasi untuk tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah juga :)


ASAZ said...
Saturday, June 16, 2012

@diniehz semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapatkan hidayah dan ampunan
aamiin


Ego Dasa said...
Tuesday, June 19, 2012

zaman sekarang udah beda.kalau dipikir-pkir ditempat saya hampir 90% orang udah lupa sama isra miraj.mudah-mudahan Allah mau memberi petunjuk kepada kita semua.


ASAZ said...
Tuesday, June 19, 2012

@Ego Dasaaamiin
terima kasih atas kunjungannya


Aki Adnani said...
Thursday, July 12, 2012

Dlm Alquran, surah Bani Israil ayat 1, menyatakan bahwa Allah (Subhana)telah memperjalankan Rasulullah dari masjidil haram ke masjidil Aqsha, yg kemudian perjalanan tsb dijuluki Isra. Boleh jadi pengambilan nama surah tsb., menjadi Al Isra karena kisah ini. Melihat hadits yang dibunga rampaikan oleh Syaiban bin Faruukha, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit Al Bunaniy, dari Anas bin Malik dari Rasulullah. Demikian mengikuti penuturan Sahih Muslim dalam kitab Al Iman. Ternyata perjalan sepanjang Masjidil Haram - Masjidil Aqsha tidak disebutkan sepatahpun. Yang ada adalah ceritera ketika sampai di Baitil Maqdis (bandingkan dg nama masjidil Aqsha) saja.Setelah mengikat buraq (Karena takut buraq itu kabur perlu diikat sebagaimana kambing atau unta, dasar hewan), salat dua rakaat (qabliah atau ba'diah?)Jibril membawakan minuman, kalau sekarang,boleh jadi soft drink.Subhanallah , Jibril bawa minuman, biasanya membawa wahyu. Lalu jibril perlahan-lahan membuka tali buraq, kalau tidak perlahan-lahan pasti buraq kaget. Setekah itu take off mengangkasa dg kecepatan tinggi. Memang buraq ini memiliki kecepatan ruarrr biasa, satu kalilompat sejauh mata memandang. Bertemu Adam di langit dunia, setelah penjaga langit tsb (Malaikat?)membuka pintu dst., dst., hingga sampai di baitul Ma'mur, dimana berhamburan malaikat yang keluar dari situ, namun tidak bisa masuk lagi. Persis sebagaimana Anas bin Malik dilahirkan ibunya, tidak dapat kembali ke rahim ibunya, demikianlah halnya semua mahluk yang dilahirkan. Kisah naiknya seorang manusia (Rasulullah) ditemani seorang Malaikat (Jibril) berkendaraan (alat transportasi) buraq, disebut oleh para ahli dan kita :Mi'raj, yang sama sekali tidak ada sepotong ayatpun yang berceritera tentang kisah itu. Sungguh disayangkan bila ada seorang ulama yang hebat dan yang tidak terlalu hebat masih percaya kepada kisah yang hampir semua pengungkapannya berlawanan dg konsep Alquran yang senantiasa menganjurkan agar pergunakanlah akal sehat. Alquran meletakkan surah yang dijuduli Alma'arij (QS70), jamak dari kara mi'raj, namun itu naiknya para malaikat dan ruuh. Karena kalau manusia naik ke atas memerlukan waktu 50.000 X 365 hari. Andaikan manusia atau Rasulullah yang bila dihitung dari saat mi'raj dilakukan sisa umurnya tinggal 15 tahun lagi. Atau boleh jadi itulah alasan Rasulullah ngimamin shalat para nabi. Syariat agama mana orang hidup bisa mengimami atau memimpin orang-orang mati. Kalau dikomentari terus, ketahuan banget oon-ya kisah ini.Kalau Allah menghendaki?. Jelas Allah tidak menghendaki kisah ini terjadi. Lalu bagaimana kisah isra yang benar. Tanyakan ke 08158863049 atau mustafaadnani@gmail.com, Alquran akan memaparkan kekonyolan kisah Isra Mi'raj versi Anas bin Malik ataupun Malik bin Sha'sha'ah.


ASAZ said...
Thursday, July 12, 2012

memang semua penapsiran al-Quran harus orang yang berakal sehat dan waras bukan berarti semua penjelasan al-quran harus ilmiah. Dana jangan terlalu membanggakan akal sehat karena akal juga ciptaan Allah serta akal manusia tidak selamanya sehat. Coba kalau menurut akal sehat mengapa solat subuh harus 2, dhuhur 4, ashar 4 dst. Selain itu apa manfaatnya mengungkit perbedaan pendapat seperti itu.


Aki Adnani said...
Friday, July 13, 2012

ASAZ belum cukup dewasa untuk berbicara ayat-ayat Allah, sayang.
Cara berfikir Anda terbalik, justru akal sehatlah yang memimpin sehingga kita memahami agama.Jangankan akalnya rusak, baru ngantuk ketika mengikuti pengajian, apa lagi tidur pulas, dimana fungsi pendengaran, penglihatan atau akal berhenti, tak satu pelajaranpun akan tertangkap.Tentu saja bukan, mengungkit. Sebagai seorang muslim dan begitu cinta kepada Alquran, demikian juga sunnah yg seirama dg Alquran, merasa dituntut untuk menyampaikan kekeliruan. Anda hanya belum bisa membahasakan mana akal, mana Iman, mana "naha nafsa 'anil hawa".


ASAZ said...
Friday, July 13, 2012

@Aki Adnani kembali lagi ke pembicaraan sesuai topik Isra miraj
Pada saat Rasulullah pertama kali menceritakannya pengalaman setelah peristiwa tersebut semua orang quraisy(1) tidak ada yang percaya kecuali Abu Bakar, karena orang-orang quraisy menggunakan akal sehat tapi Abu bakar menggunakan Imannya
Apakah anda mengikuti(1) atau (2)?


Aki Adnani said...
Friday, July 13, 2012

Sejak kapan Abu Bakar mendapat gelar As Sidiq? Sebelum isra-mi'raj namanya Abu Bakar apa? (nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Kuhafah At Tamimi atau Abdul Ka'bah.Nama Abu Bakar Sidiq adalah pemberian Rasulullah, karena beliau-lah orang yg pertama membenarkan dan menerima Islam diluar keluarga Rasulullah (Khadijah dan Ali)Perhatikan ayat ini: Fa amma man 'a-thaa, wattaqaa, wa shadaqa bilhusna fasanuyassiruhu lil yusraa.Lepas dari referensi yg diangkat dari hadits manapun,atau setumpuk fatwa ulama-ulama kondang lainnya. Sekarang pertimbangkanlah/bandingkanlah ayat-ayat Allah itu (kalau mau tanya ayat-ayatnya nanti saya sampaikan). Saya hanya mengatakan bahwa kisah isra mi'raj yg sampai kepada kita itu bukan dari Alquran, tetapi bersumber dari Anas bin Malik, atau Abu Dzar Giffari, atau Malik bin Sha'sha'ah. Bila Anda ingin jelas, akan saya fotokopikan hadits-hadits tersebut,supaya jangan ada istilah: katanya-katanya saja atau An qiila wa qaala. Biasakanlah berlapang dada mendapatkan informasi yg boleh jadi kita belum mengetahui. Setelah menganalisis informasi tadi, the rest is up you, mau percaya atau tidak.Hingga umur saya 50 tahun, kisah isra mi'raj melekat di otak dan di hati sebagaimana Anda sekarang, sekarang saya telah 65 tahun dan melebihkan akrabkan lagi kepada Alquran. Kini terkuaklah kebohongn-kebohongan yg menyelinap di setiap rusuk agama.


ASAZ said...
Friday, July 13, 2012

@Aki Adnani oh Bapak terima kasih kalau saya sih terima aja dengan lapang dada kalau memang ada informasi yang baru/berbeda

perasaan posting saya di atas tidak mengikuti cerita Anas bin Malik, atau Abu Dzar Giffari tapi kepada motivasi untuk peningkatan Ibadah sholat

Terima kasih atas tambahan informasinya, kalau berkenan info baru tersebut boleh dikirim lewat aseps21@gmail.com


Aki Adnani said...
Friday, July 13, 2012

Nah di situlah kelemahan kita. Anda tidak merasa mengikuti Anas bin Malik atau Abu Dzar, padahal, kalau sudah ceritera isra ataupun mi'raj, mau tidak mau, itu sudah mengikuti atau masuk ke dalam wilayah Anas bin Malik (jangan sampai ketukar dg Anas Urbaningrum). Karena dari dialah kisah ini berawal, kalau memang mau mengangkat hadits Bukhari atau Muslim. Contoh lain, "bila anda bercerita bahwa umat terdahulu terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, sedangkan ummat Islam terpecah menjadi 73 golongan" Anda bagaimanapun tidak dapat mengatakan "saya tidak bicara hadits", karena informasi tsb. adalah diangkat dari hadits. Saya ucapkan tahniyah, dan terima kasih. Lantaran Anda jujur dalam kelemahan.Tidak sedikit orang yg tetap ngotot ttg suatu ilmu, keyakinan atau faham yg baru ia peroleh, lalu dg mudah melemparkan vonisnya kepada lawannya tadi dg julukan kafir, murtad, inkar sunah, wahabi dst., Mari kita junjung tinggi ilmu-ilmu agama demi kemaslahatan bersama. Amin


ASAZ said...
Saturday, July 14, 2012

@Aki Adnani terima kasih sobat sudah berkunjung lagi, memang saling mengkafirkan dan menuduh/menjuluki sesat sesama muslim itu tidak boleh. Ini kan namanya juga blog saya sediakan untuk komentar biar orang bisa koreksi tulisan saya,

Akan sangat senang sekali bila sobat menunjukan kalimat/paragraf atau bagian yang mengikuti anas bin malik


Aki Adnani said...
Sunday, July 15, 2012

I. Telah memberitakan kepada kami Hud-bah bin Khaalid, telah memberitakan kepada kami Hammam bin Yahya, telah memberitakan kepada kami Qatadah dari Anas bin Maalik, dari Malik bin Sha’-sha-‘ah, bahwa Nabiyullah SAW telah menceriterakan kepada mereka tentang suatu malam ketika beliau di-isrokan: “Ketika aku di Hathiim - dan terkadang beliau menyebutnya di Hijr – sambil berbaring. Ketika itu datanglah kepadaku orang yang datang, lalu iapun memotong. Kata Qatadah: Dan saya mendengar Anas berkata: “Maka ia membelah di antara ini dan ini” Maka aku bertanya kepada Al Jaaruud yang ada disampingku. “Apa yang dimaksudkannya?” Ia berkata : “Dari bawah lehernya sampai ke bawah pusatnya”, dan aku mendengar ia berkata : “Dari atas dadanya sampai ke bawah pusatnya”. Sabda Nabi :”Maka orang yang datang tadi mengeluarkan hatiku, kemudian aku dibawakan sebuah bejana dari emas yang di
penuhi dengan iman. Lalu dicucilah hatiku lantas diisi. Kemudian didatangkan untukku seekor binatang yang tubuhnya lebih pendek dari pada baghal dan lebih tinggi dari keledai, putih rupanya”.
INI permulaan dari hadits Bukhari,dalam kitab AT TAUHID.Berikutnya:

II. Yahya bin Bukair telah memberitakan kepada kami, ia berkata : Al Lay-tsu telah memberitakan kepada kami dari Yuunus, dari Ibnu Syihaab, dari Anas bin Maalik, ia (Anas) berkata: “ Adalah Abu Dzar memberitakan : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Dibukakan atap rumahku, sedang aku ada di Makkah, maka turunlah Jibril lalu membelah dadaku, kemudian ia membasuhnya dengan air zam-zam. Kemudian ia membawa sebuah bejana (mangkuk besar) dari emas yang penuh hikmah dan imaan. Lalu ia menuangkannya ke dalam dadaku. Kemudian ia menutupkan dadaku kembali. Kemudian ia memegang tanganku lalu naiklah ia bersamaku ke langit dunia. Maka ketika aku datang ke langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit itu: “…Bukakanlah…!”........ Nah yg ini hadits Bukhari juga, diangkat dari kitab AS SHALAH. Berikutnya:

III. Telah memberitakan kepada kami Syaibaan bin Farruukha, telah memberitakan kepada kami Hammad bin Salamah, telah memberitakan kepada kami Tsaabit Al Bunaaniy dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Telah didatangkan kepadaku seekor Buraaq, yaitu seekor binatang yang putih warnanya panjangnya (tingginya) melebihi keledai, kurang dari baghal, (sekali) ia meletakkan ujung kukunya (meloncat) sudah sampai sejauh penghabisan mata memandang. Maka aku menaiki dia sehingga sampailah aku ke Baital Maq-dis”. Sabda Nabi : “Maka aku mengikat binatang itu di sebuah lingkaran yang biasa dipergunakan mengikat binatang itu oleh para nabi”. Sabda Nabi : “Kemudian aku masuk ke dalam masjid, lalu aku mengerjakan shalat dua raka’at.........Nah, yg ini hadits riwayat Muslim dalam kitab AL IMAN
Semuanya saya berikan dlm terjemahan, karena dlm tulisan Arab, lewat internet ada kesulitan.Jumlah karakternya masing-masing, 8000 karakter, 6000 karakter dan 5000 karakter. Mau Pesan naskahnya?


ASAZ said...
Monday, July 16, 2012

@Aki Adnani pemaparan yang sangat lengkap, bisa menambah khaszanah pengetahuan kita tentang isra mi'raj terima kasih


rahma liza said...
Sunday, November 04, 2012

syukron ....... sangat bearti buat saya


Post a Comment

Thank you for visiting my blog, please write your comment here! I am pleased to be back to visit your blog.
Maaf bila ada kalimat yang mengandung link akan secara otomatis masuk kotak spam oleh sistem blogspot.

DMCA.com